Gandeng KKN UA dan KPI Jatim, KOPRI PC PMII Sumenep Bahas Tantangan Parenting Era Digital

52 menit yang lalu 2

KABAR MADURA | Perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri dalam pola pengasuhan anak. Kondisi tersebut mendorong KOPRI PC PMII Kabupaten Sumenep untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendampingan dan komunikasi dalam keluarga.

Upaya itu dilakukan melalui keterlibatan KOPRI PC PMII Sumenep dalam aktivitas Sosialisasi Parenting nan digelar KKN Posko 40 Universitas Annuqayah (UA) Sumenep berbareng MI Al-Hidayah, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan nan berjalan di Aula MI Al-Hidayah tersebut mengusung tema “Membangun Hubungan Sehat antara Anak dan Orang Tua di Tengah Perkembangan Teknologi”. Sosialisasi turut melibatkan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur dan diikuti para orang tua serta wali murid.

Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Sumenep, Yuliyana Putri menjadi salah satu pemateri berbareng Juwairiah, M.Pd., CPLA, Presidium KPI Jawa Timur.

Dalam pemaparannya, Yuliyana menekankan tentang tantangan pengasuhan di era digital tidak semata-mata dapat diselesaikan dengan memberikan batas terhadap penggunaan gawai. Menurutnya, hubungan dan komunikasi nan terbangun antara orang tua dengan anak juga menjadi bagian krusial dalam proses pendampingan.

Orang tua, kata dia, perlu menciptakan suasana nan membikin anak merasa nyaman untuk menyampaikan cerita, bertanya, maupun mengungkapkan pengalaman nan dialaminya.

“Pendampingan anak di era digital bukan hanya tentang mengawasi apa nan mereka lihat di gawai, tetapi juga gimana orang tua membangun komunikasi nan terbuka sehingga anak merasa kondusif untuk bercerita dan meminta support ketika menghadapi sesuatu,” paparnya.

Selain membahas pola komunikasi, materi parenting juga diarahkan pada pemahaman karakter anak serta pentingnya menyesuaikan corak pendampingan dengan kebutuhan dan tahapan perkembangan masing-masing anak.

KOPRI PC PMII Sumenep menilai family mempunyai posisi krusial dalam menciptakan ruang nan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Dari lingkungan keluarga, anak pertama kali memperoleh perlindungan, pendidikan, pembentukan nilai, serta kebiasaan nan bakal memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Selama aktivitas berlangsung, peserta tampak aktif mengikuti materi dan berdiskusi. Para orang tua dan wali siswa turut menyampaikan beragam pengalaman serta persoalan nan mereka temui ketika mendampingi anak di lingkungan rumah.

Guru MI Al-Hidayah, Jamilatun, S.A.B., menyambut positif aktivitas tersebut. Ia menilai aktivitas parenting dapat menjadi tambahan motivasi sekaligus pengetahuan bagi orang tua dalam menghadapi beragam karakter anak.

“Dengan adanya aktivitas ini bisa memberikan motivasi kepada orang tua dalam menangani anak di rumah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan pembimbing MI Al-Hidayah lainnya, Siti Aminah, S.Pd.I. Menurutnya, materi nan diberikan memberikan wawasan baru bagi orang tua, terutama dalam menyikapi perilaku anak dalam keseharian.

“Kegiatan ini memberikan insight dan pengetahuan baru dalam menangani anak di rumah, soalnya di rumah jika anak dikasih tahu itu agak babil dan susah,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kerjasama antara KOPRI PC PMII Sumenep, KKN Posko 40 Universitas Annuqayah, MI Al-Hidayah, dan KPI Jawa Timur dalam memperluas edukasi mengenai wanita dan anak.

Kolaborasi lintas organisasi dan lembaga tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengasuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta organisasi juga mempunyai ruang untuk turut memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Bagi KOPRI PC PMII Sumenep, membangun hubungan nan sehat antara orang tua dan anak merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan tumbuh nan aman, suportif, serta bisa merespons perubahan zaman.

Melalui aktivitas edukasi seperti sosialisasi parenting, KOPRI PC PMII Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap rumor wanita dan anak, termasuk menghadapi beragam tantangan pengasuhan di tengah perkembangan teknologi. (ong)

Selengkapnya